Minggu, 30 Agustus 2009
DANAU PANIAI
A. Selayang Pandang
Bila Anda berkunjung ke Provinsi Papua, jangan lewatkan kesempatan untuk tidak menyambangi berbagai tempat wisata yang terdapat di Kabupaten Paniai. Salah satunya adalah Danau Paniai yang kesohor memiliki panorama alam yang rancak, alami, dan terawat dengan baik. Keindahan Danau Paniai diakui oleh utusan dari 157 negara ketika berlangsungnya Konferensi Danau Se-Dunia yang dihelat di India pada tanggal 30 November 2007.
Pada awalnya, Danau Paniai beserta Danau Tigi dan Danau Tage dinamakan Wissel Meeren. Penamaan ini dinisbatkan kepada orang yang pertama kali menemukan ketiga danau cantik tersebut pada tahun 1938, yaitu seorang pilot berkebangsaan Belanda bernama Wissel. Pada saat itu, Wissel terbang melintasi pegunungan Pulau Irian dan melihat tiga danau yang memiliki pemandangan yang indah. Karena terpesona dengan keindahannya, Wissel memutuskan untuk mendarat dan menikmati eksotisme ketiga danau tersebut dari dekat. Bahkan, pada masa kolonial Belanda, nama Wissel Meeren lebih populer ketimbang Paniai. Wissel Meeren berasal dari bahasa Belanda yang memiliki arti danau-danau Wissel.
B. Keistimewaan
Istimewa, eksotis, dan memesona. Demikian kira-kira kesan wisatawan ketika berada di Danau Paniai. Kesan tersebut bukanlah isapan jempol belaka. Sebab, danau eksotis ini menyuguhkan panorama alam yang rancak, air danau yang biru, dan suasana sekitar nan asri kepada setiap wisatawan yang berkunjung ke sana. Luas Danau Paniai yang mencapai 14.500 hektar memberi cukup ruang kepada wisatawan untuk memilih lokasi yang sesuai dengan keinginannya ketika berekreasi ke danau tersebut. Terdapatnya bebatuan dan pasir di tepian danau, serta dikelilingi oleh tebing-tebing yang lumayan tinggi, menambah daya tarik objek wisata andalan Kabupaten Paniai ini.
Sebagaimana sebagian besar topografi Kabupaten Paniai yang berada di wilayah pegunungan dan perbukitan yang berhawa sejuk, Danau Paniai pun terletak di daerah ketinggian, yaitu sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut (dpl). Meskipun demikian, Danau Paniai menyimpan aneka jenis ikan air tawar dan udang. Ikan nila (oreochromis niloticus), ikan mujair (oreochromis mossambicus), ikan mas/ikan karper (cyprinus carpio), ikan sembilan hitam, dan ikan belut (synbranchus) adalah di antara jenis ikan yang dapat dijumpai di danau ini. Sedangkan ikan pelangi (rainbow/melanotaenia ayamaruensis) merupakan biota Danau Paniai yang sering dicari oleh para nelayan dan hobiis ikan hias karena bernilai ekonomi tinggi. Bila beruntung, di Danau Paniai wisatawan dapat melihat udang endemik Papua yang kini sudah mulai langka, yaitu udang selingkuh (cherax albertisii). Dinamakan demikian karena udang tersebut memiliki capit/jepit besar seperti halnya kepiting. Sampai saat ini, setiap orang yang berkunjung ke Tanah Papua, terutama ke Kota Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, senantiasa mencari udang selingkuh sebagai menu untuk bersantap.
Selain menikmati keeksotisan Danau Paniai dari pinggir danau, pelancong dapat mencoba suasana lain, seperti memancing atau menyewa perahu kepada penduduk sekitar untuk mengelilingi danau yang luas itu. Tatkala mengarungi danau, selain menikmati biru danau dan gemericik air yang dibelah laju perahu, pelancong dapat juga menggunakan momen tersebut untuk memotret kawasan danau dari berbagai sisi. Kecuali itu, pelancong juga dapat melihat tumbuhan yang terdapat di danau ini, seperti enceng gondok (eichhmia crassipes), ganggang (alga), dan lain sebagainya.
Jelang matahari terbenam, keeksotisan Danau Paniai kian memikat hati para turis. Perahu nelayan yang mulai menepi dan lalu-lalang speedboat dari balik bebukitan, serta ditimpali oleh burung-burung kecil yang terbang rendah dan sesekali menyambar air, melengkapi kepuasan turis menikmati pesona destinasi wisata yang masuk dalam kawasan Cagar Alam Eranatoli ini. Akan lebih spesial lagi bila momen tersebut dicerap sambil minum teh atau kopi di warung tepi danau atau dari sejumlah shelter yang tersedia.
Bila punya waktu luang, Anda disarankan untuk mengunjungi lokasi keramba aneka jenis ikan air tawar yang terdapat di tepi Danau Paniai. Di sana Anda dapat membeli ikan segar untuk disantap di lokasi atau dibawa pulang untuk dimasak di rumah. Bertamasya ke danau cantik ini tentu kurang lengkap bila belum menyambangi perkampungan Suku Mee dan Suku Moni, dua suku besar di sekitar danau tersebut yang menghuni dataran tinggi Paniai. Selain melihat rumah adat yang disebut honai dan keseharian mereka dari dekat, bila beruntung Anda akan disuguhkan atraksi kesenian dan memperoleh suvenir khas dua suku tersebut sebagai oleh-oleh untuk keluarga atau kolega.
C. Lokasi
Secara administratif, Danau Paniai masuk dalam wilayah Kecamatan Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua.
D. Akses
Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Danau Paniai, dapat memulai perjalanan dari Kota Enarotali, Ibu Kota Kabupaten Paniai. Dari Kota Enarotali, tersedia dua jalur menuju kawasan Danau Paniai. Pertama, menggunakan jalur darat dengan menyewa bus jenis Mitsubishi Strada yang dapat diandalkan untuk melintasi medan jalan yang terjal dan berkelok-kelok. Kedua, mengambil jalur udara dengan menumpang pesawat AMA dan AMAF jenis Cessna yang bisa mendarat di wilayah dataran tinggi dengan karakteristik landasan dari tanah.
E. Harga Tiket
Dalam proses konfirmasi.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Di kawasan Danau Paniai tersedia berbagai fasilitas, seperti pos jaga, pemandu wisata, dan pondok wisata. Persewaan perahu, persewaan peralatan memancing, dan warung-warung kecil juga tersedia di sini. Wisatawan yang ingin menginap, dapat menyewa rumah-rumah penduduk yang terdapat di sekitar danau eksotis ini atau berkemah di berbagai lokasi di kawasan tersebut. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin memperoleh akomodasi yang lumayan lengkap, disarankan ke Kota Enarotali. Di ibu kota Kabupaten Paniai ini, wisatawan dapat menemukan toko, pasar, rumah makan, rumah ibadah, kios wartel, serta hotel dan wisma dengan berbagai tipe.
(Yusriandi Pagarah/WM/75/03-09)
__________
Daftar Bacaan:
- “Danau Paniai“, diakses tanggal 15 Maret 2009 dari unbackpacker.blogspot.com
- “Danau Paniai and the Wissel Lakes” diakses tanggal 15 Maret 2009 dari www.arcbc.org.ph
- “Kabupaten Paniai”, diakses tanggal 16 Maret 2009 dari id.wikipedia.org
- “Ketika Udang Selingkuh di Meja”, diakses tanggal 17 Maret 2009 dari www.detiknews.com
- “Sumber Air/Hidrologi” diakses tanggal 16 Maret 2009 dari www.papua.go.id
- “Selamat Tinggal Derita!”, diakses tanggal 16 Maret 2009 dari www.infopapua.com
- “Udang Selingkuh Itu Tinggal Cerita”, diakses tanggal 16 Maret 2009 dari www2.kompas.com
Senin, 20 Juli 2009
: : . . PERILAKU ORGANISASI . . : :
1. Konsep Perilaku Organisasi
Pengertian
- Organisasi :
- Sistem kerja sama sekelompok orang yang mempunyai aturan dan keterikatan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
- Struktur pembagian kerja dan mekanisme kerja antara sekelompok orang yang mempunyai aturan dan keterikatan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
- Perilaku :
- Sikap dan tindakan
- Ilmu Perilaku organisasi
- Ilmu tentang perilaku tiap individu dan kelompok serta pengaruh tiap individu dan kelompok terhadap organisasi, maupun perilaku interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok dalam organisasi demi kemanfaatan suatu organisasi.
- 4 unsur utama perilaku org. :
- pandangan psikologi
- pandangan ekonomi
- pandangan bahwa individu dipengaruhi aturan org. dan pemimpinnya
- pandangan tentang penekanan kepada tuntutan manajer untuk mencapai tujuan organisasi.
- Ilmu pendukung :
- psikologi (sosial/massa/ industri), sosiologi, ekonomi, politik.
- Cara pandang kesisteman :
- Sistem tertutup : hasil adalah selalu buah dari suatu usaha dan manusia hanyalah bagian dari mesin organisasi yang kompleks.
- Sistem terbuka : kekuatan yang berupa perasaan, norma dan sikap berpengaruh terhadap perilaku seseorang dlm. organisasi (faktor lingkungan ikut berperan thd. perilaku seseorang dalam organisasi).
- Manfaat ilmu perilaku organisasi bagi pimpinan dan anggota organisasi.
- Menentukan kebijaksanaan
- Membuat aturan
- Memecahkan masalah, dll..
2. Ruang Lingkup Ilmu Perilaku
- Perilaku manusia dalam organisasi
- Hart & Scott : para ahli punya pra-anggapan thd. perilaku manusia.
- Copernicus : matahari pusat jagad raya
- Darwin : evolusi
- B.F. Skinner : tindakan manusia dipengaruhi lingkungannya.
- Machiaveli : lebih baik ditakuti daripada dicintai (autokratis)
- Teori perilaku berdasarkan teori Birokrasi Max Weber :
- Spesialisasi, tingkatan berjenjang, sistem prosedur/aturan, hubungan kerja impersonal, promosi dan penghasilan.
- Sumber kewenangan :
- 1. rational-legal authority; 2. traditional authority; 3. charismatic authority.
- Teori Organisasi Administratif Henry Fayol:
- Setiap bentuk usaha terdiri dari 5 subsistem : 1. teknik dan komersial (pembelian, produksi, penjualan); 2. keuangan (pencarian dan pengendalian modal); 3. pengamanan; 4. akuntansi; 5. administrasi.
- Teori Manajemen Ilmiah Frederick W. Taylor:
- studi waktu; pembedaan pengupahan; perencanaan kerja; sistem pembiayaan; standarisasi peralatan.
- Perilaku organisasi dalam beberapa jenis pendekatan manajemen :
Manajemen tradisional
- Tiap individu memiliki perilaku tertentu dalam tiap proses perencanaan, organisasi, penggerakan dan pengawasan.
- Tiap kelompok/unit kerja memiliki karakteristik tertentu dalam berinteraksi di dalam maupun antar kelompok/unit kerja.
Manajemen berdasarkan sasaran :
- Tiap individu atau keompok memupunyai interest tertentu dalam menentukan sasaran kerja tiap unit dan bahkan penentuan sasaran organisasi.
Manajemen stratejik :
- Tiap individu atau kelompok memiliki pandangan yang berbeda dalam menganalisa lingkungan, penentuan visi dan misi, perumusan strategi, implementasi strategi maupun pengendalian strategi.
Manajemen mutu terpadu :
- Tiap individu atau kelompok memiliki tolok ukur mutu yang berbeda dan memiliki komitmen mutu yang berbeda pula..
Kembali ke halaman depan>>>
Email : sulipans@yahoo.com
http://www.geocities.com/pengembangan_sekolah
NILAI – KEPUASAN KERJA - MOTIVASI
Oleh : DR. Sulipan, M.Pd. – TEDC Bandung
Kembali ke halaman depan>>>
Email : sulipans@yahoo.com
1. Prinsip dasar nilai yang dimiliki setiap individu.
¨ Pengertian nilai
Keyakinan dasar bahwa suatu modus perilaku tertentu lebih disukai secara pribadi atau sosial dibandingkan modus perilaku lainnya.
¨ Sistem nilai
Suatu hirarki yang didasarkan pada suatu peringkat nilai-nilai seorang individu dalam hal intensitasnya.
¨ Sumber sistem nilai
- Orang tua/keluarga ; Masyarakat ; Pendidikan
¨ Tipe nilai
- Teoritis ; Ekonomis ; Estetis ; Sosial ; Politis ; Religius
¨ Hubungan nilai dan perilaku
- Sistem nilai yang dianut seseorang akan berpengaruh terhadap perilaku seseorang karena nilai mempengaruhi sikap dan sikap mempengaruhi perilaku.
- Seseorang yang memiliki sistem nilai lebih tinggi cenderung berperilaku lebih terkendali dibandingkan seseorang yang memiliki sistem nilai lebih rendah.
- Seseorang yang memiliki sistem nilai berbeda maka akan mempengaruhi pandangan tentang mutu suatu tindakan atau produk.
2. Tekanan psikologis
¨ Suatu keadaan dimana seseorang tidak mampu memberikan jawaban secara wajar dan tepat terhadap rangsangan dari sekitarnya, atau mampu tetapi dengan biaya yang terlalu besar seperti kelelahan kronis, tertekan, khawatir, gangguan fisik, syaraf atau kehilangan harga diri.
¨ Penyebab tekanan psikologis
- Kurang diterima di lingkungannya ; Jenjang hirakhi ; Kompetisi ; Ketidakpastian peranan ; Perubahan
¨ Bentuk tekanan
- Frustasi ; Cemas ; Rendah diri
¨ Pengaruh terhadap perilaku
- dorongan untuk bangkit ; dorongan merubah persepsi ; jawaban/tindakan kreatif ; menggerutu ; afiliasi kelompok ; agresif depresi ; alkoholisme ; melarikan diri
3. Kepuasan kerja pegawai.
¨ Pengertian
Rasa senang dan puas selama dan setelah melakukan suatu pekerjaan.
¨ Pengukuran kepuasan kerja
- Sejauh mana perasaan seseorang selama/setelah melakukan pekerjaan
- Skala Likert : 1 – 5 / 0 – 4 / STS-TS-R-S-SS
¨ Hal-hal yang menentukan kepuasan kerja
- Imbalan yang pantas
- Kondisi kerja yang mendukung/rekan sekerja yang mendukung
- Kesesuaian antara kemampuan dan level kesulitan pekerjaan
- Kesesuaian antara kepribadian dan jenis pekerjaan
- Kerja yang secara mental menantang.
¨ Efek kepuasan kerja pada kinerja
- Tingkat produktifitas ; Tingkat kemangkiran ; Tingkat keluar pekerjaan
¨ Pengungkapan ketidakpuasan
- Keluhan/protes/kritik; Pasif/apatis; Sabotase; Keluar pekerjaan
4. Teori motivasi :
¨ Teori tingkat kebutuhan (Maslow) :
- biologis/keamanan/sosial/penghargaan/aktualisasi diri
¨ Teori X dan Y (Douglas Mc Gregor)
Teori X : manusia dari sisi negatif
- Karyawan tidak menyukai pekerjaan/selalu menghindari pekerjaan
- Karyawan harus dipaksa kerja
- Menghindari tanggung jawab
- Menempatkan keamanan di atas faktor lain dan sedikit berambisi
Teori Y : manusia dari sisi positif
- Karyawan butuh bekerja seperti juga butuh istirahat dan bermain
- Karyawan dapat mengarahkan/mengawasi diri sendiri dalam bekerja
- Karyawan dapat menerima tanggung jawab
- Memiliki kemampuan inovatif dan berambisi
¨ Teori motivasi Higiene (Frederick Herzberg)
- Hubungan seseorang dengan pekerjaannya merupakan suatu hubungan dasar dan sikapnya terhadap pekerjaan dapat menentukan sukses dan gagalnya seseorang.
- Faktor-faktor seperti kebijakan dan administrasi perusahaan, penyeliaan, dan gaji bila memadai akan menentramkan para karyawan, bila tidak maka karyawan tidak akan puas.
¨ Teori ERG (Clayton Alderfer) :
- Existence ; Relatednes ; Growth
¨ Teori kebutuhan (Mc Clelland) :
- Kebutuhan berprestasi; Kebutuhan kekuasaan; Kebutuhan afiliasi
¨ Teori Evaluasi Kognitif :
- Memberikan imbalan ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya secara intrinsik telah diberi imbalan cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan (adanya imbalan ganda maka imbalan yang kedua kurang ada artinya).
¨ Teori Penentuan Tujuan (Gene Broadwater) :
- Tujuan pekerjaan yang khusus dan sulit akan mengantar ke kinerja yang lebih tinggi.
¨ Teori Penguatan :
- Perilaku merupakan fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya.
- Penguatan adalah yang mengkondisikan perilaku, jadi apabila suatu tindakan diberi respons maka tindakan itu cenderung diulang.
¨ Teori Keadilan (Jane Pearson) :
- Setiap individu selalu membandingkan masukan dan keluaran pekerjaajn mereka dengan orang lain (baik di dalam maupun di luar organisasinya) kemudian berespon untuk menghapuskan ketidakadilan yang terjadi di tempat kerjanya.
¨ Teori Harapan (Victor Vrooms) :
- Kuatnya kecenderungan untuk bertindak bergantung kepada harapan bahwa tindakan itu akan menghasilkan keluaran tertentu dan daya tarik keluaran tadi terhadap seorang individu.
- Tiga hubungan yang mempengaruhi :
+ Upaya – kinerja
+ Kinerja – imbalan
+ Imbalan – tujuan pribadi
5. Motivasi dalam pekerjaan :
- Imbalan yang memuaskan dan sesuai tingkat kebutuhan karyawan
- Perlu diberi insentif/pujian/penghargaan bagi karyawan yang berprestasi lebih dari pada yang lain.
- Tidak perlu imbalan ganda untuk satu jenis pekerjaan yang sama
- Diberikan pemahaman tentang pentingnya arti pekerjaannya.
- Karyawan tipe X diberi perlakuan berbeda dengan karyawan tipe Y
- Penempatan sesuai kemampuan, sesuai kepribadian dan minatnya.
- Harus ada kejelasan karier bagi karyawan.
- Pemberian pekerjaan bertahap, dari yang sederhana ke yang lebih sulit.
- Catatan pekerjaan yang pernah dilakukan digunakan sebagai dasar promosi.
- Pemberian pekerjaan/penugasan harus memperhatikan kondisi kejiwaan seseorang saat ditugaskan.
Disarikan dari beberapa sumber oleh :
DR. Sulipan,M.Pd.- TEDC Bandung
Email : sulipans@yahoo.com
READ MORE - : : . . PERILAKU ORGANISASI . . : :
Pengertian
- Organisasi :
- Sistem kerja sama sekelompok orang yang mempunyai aturan dan keterikatan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
- Struktur pembagian kerja dan mekanisme kerja antara sekelompok orang yang mempunyai aturan dan keterikatan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
- Perilaku :
- Sikap dan tindakan
- Ilmu Perilaku organisasi
- Ilmu tentang perilaku tiap individu dan kelompok serta pengaruh tiap individu dan kelompok terhadap organisasi, maupun perilaku interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok dalam organisasi demi kemanfaatan suatu organisasi.
- 4 unsur utama perilaku org. :
- pandangan psikologi
- pandangan ekonomi
- pandangan bahwa individu dipengaruhi aturan org. dan pemimpinnya
- pandangan tentang penekanan kepada tuntutan manajer untuk mencapai tujuan organisasi.
- Ilmu pendukung :
- psikologi (sosial/massa/ industri), sosiologi, ekonomi, politik.
- Cara pandang kesisteman :
- Sistem tertutup : hasil adalah selalu buah dari suatu usaha dan manusia hanyalah bagian dari mesin organisasi yang kompleks.
- Sistem terbuka : kekuatan yang berupa perasaan, norma dan sikap berpengaruh terhadap perilaku seseorang dlm. organisasi (faktor lingkungan ikut berperan thd. perilaku seseorang dalam organisasi).
- Manfaat ilmu perilaku organisasi bagi pimpinan dan anggota organisasi.
- Menentukan kebijaksanaan
- Membuat aturan
- Memecahkan masalah, dll..
2. Ruang Lingkup Ilmu Perilaku
- Perilaku manusia dalam organisasi
- Hart & Scott : para ahli punya pra-anggapan thd. perilaku manusia.
- Copernicus : matahari pusat jagad raya
- Darwin : evolusi
- B.F. Skinner : tindakan manusia dipengaruhi lingkungannya.
- Machiaveli : lebih baik ditakuti daripada dicintai (autokratis)
- Teori perilaku berdasarkan teori Birokrasi Max Weber :
- Spesialisasi, tingkatan berjenjang, sistem prosedur/aturan, hubungan kerja impersonal, promosi dan penghasilan.
- Sumber kewenangan :
- 1. rational-legal authority; 2. traditional authority; 3. charismatic authority.
- Teori Organisasi Administratif Henry Fayol:
- Setiap bentuk usaha terdiri dari 5 subsistem : 1. teknik dan komersial (pembelian, produksi, penjualan); 2. keuangan (pencarian dan pengendalian modal); 3. pengamanan; 4. akuntansi; 5. administrasi.
- Teori Manajemen Ilmiah Frederick W. Taylor:
- studi waktu; pembedaan pengupahan; perencanaan kerja; sistem pembiayaan; standarisasi peralatan.
- Perilaku organisasi dalam beberapa jenis pendekatan manajemen :
Manajemen tradisional
- Tiap individu memiliki perilaku tertentu dalam tiap proses perencanaan, organisasi, penggerakan dan pengawasan.
- Tiap kelompok/unit kerja memiliki karakteristik tertentu dalam berinteraksi di dalam maupun antar kelompok/unit kerja.
Manajemen berdasarkan sasaran :
- Tiap individu atau keompok memupunyai interest tertentu dalam menentukan sasaran kerja tiap unit dan bahkan penentuan sasaran organisasi.
Manajemen stratejik :
- Tiap individu atau kelompok memiliki pandangan yang berbeda dalam menganalisa lingkungan, penentuan visi dan misi, perumusan strategi, implementasi strategi maupun pengendalian strategi.
Manajemen mutu terpadu :
- Tiap individu atau kelompok memiliki tolok ukur mutu yang berbeda dan memiliki komitmen mutu yang berbeda pula..
Kembali ke halaman depan>>>
Email : sulipans@yahoo.com
http://www.geocities.com/pengembangan_sekolah
NILAI – KEPUASAN KERJA - MOTIVASI
Oleh : DR. Sulipan, M.Pd. – TEDC Bandung
Kembali ke halaman depan>>>
Email : sulipans@yahoo.com
1. Prinsip dasar nilai yang dimiliki setiap individu.
¨ Pengertian nilai
Keyakinan dasar bahwa suatu modus perilaku tertentu lebih disukai secara pribadi atau sosial dibandingkan modus perilaku lainnya.
¨ Sistem nilai
Suatu hirarki yang didasarkan pada suatu peringkat nilai-nilai seorang individu dalam hal intensitasnya.
¨ Sumber sistem nilai
- Orang tua/keluarga ; Masyarakat ; Pendidikan
¨ Tipe nilai
- Teoritis ; Ekonomis ; Estetis ; Sosial ; Politis ; Religius
¨ Hubungan nilai dan perilaku
- Sistem nilai yang dianut seseorang akan berpengaruh terhadap perilaku seseorang karena nilai mempengaruhi sikap dan sikap mempengaruhi perilaku.
- Seseorang yang memiliki sistem nilai lebih tinggi cenderung berperilaku lebih terkendali dibandingkan seseorang yang memiliki sistem nilai lebih rendah.
- Seseorang yang memiliki sistem nilai berbeda maka akan mempengaruhi pandangan tentang mutu suatu tindakan atau produk.
2. Tekanan psikologis
¨ Suatu keadaan dimana seseorang tidak mampu memberikan jawaban secara wajar dan tepat terhadap rangsangan dari sekitarnya, atau mampu tetapi dengan biaya yang terlalu besar seperti kelelahan kronis, tertekan, khawatir, gangguan fisik, syaraf atau kehilangan harga diri.
¨ Penyebab tekanan psikologis
- Kurang diterima di lingkungannya ; Jenjang hirakhi ; Kompetisi ; Ketidakpastian peranan ; Perubahan
¨ Bentuk tekanan
- Frustasi ; Cemas ; Rendah diri
¨ Pengaruh terhadap perilaku
- dorongan untuk bangkit ; dorongan merubah persepsi ; jawaban/tindakan kreatif ; menggerutu ; afiliasi kelompok ; agresif depresi ; alkoholisme ; melarikan diri
3. Kepuasan kerja pegawai.
¨ Pengertian
Rasa senang dan puas selama dan setelah melakukan suatu pekerjaan.
¨ Pengukuran kepuasan kerja
- Sejauh mana perasaan seseorang selama/setelah melakukan pekerjaan
- Skala Likert : 1 – 5 / 0 – 4 / STS-TS-R-S-SS
¨ Hal-hal yang menentukan kepuasan kerja
- Imbalan yang pantas
- Kondisi kerja yang mendukung/rekan sekerja yang mendukung
- Kesesuaian antara kemampuan dan level kesulitan pekerjaan
- Kesesuaian antara kepribadian dan jenis pekerjaan
- Kerja yang secara mental menantang.
¨ Efek kepuasan kerja pada kinerja
- Tingkat produktifitas ; Tingkat kemangkiran ; Tingkat keluar pekerjaan
¨ Pengungkapan ketidakpuasan
- Keluhan/protes/kritik; Pasif/apatis; Sabotase; Keluar pekerjaan
4. Teori motivasi :
¨ Teori tingkat kebutuhan (Maslow) :
- biologis/keamanan/sosial/penghargaan/aktualisasi diri
¨ Teori X dan Y (Douglas Mc Gregor)
Teori X : manusia dari sisi negatif
- Karyawan tidak menyukai pekerjaan/selalu menghindari pekerjaan
- Karyawan harus dipaksa kerja
- Menghindari tanggung jawab
- Menempatkan keamanan di atas faktor lain dan sedikit berambisi
Teori Y : manusia dari sisi positif
- Karyawan butuh bekerja seperti juga butuh istirahat dan bermain
- Karyawan dapat mengarahkan/mengawasi diri sendiri dalam bekerja
- Karyawan dapat menerima tanggung jawab
- Memiliki kemampuan inovatif dan berambisi
¨ Teori motivasi Higiene (Frederick Herzberg)
- Hubungan seseorang dengan pekerjaannya merupakan suatu hubungan dasar dan sikapnya terhadap pekerjaan dapat menentukan sukses dan gagalnya seseorang.
- Faktor-faktor seperti kebijakan dan administrasi perusahaan, penyeliaan, dan gaji bila memadai akan menentramkan para karyawan, bila tidak maka karyawan tidak akan puas.
¨ Teori ERG (Clayton Alderfer) :
- Existence ; Relatednes ; Growth
¨ Teori kebutuhan (Mc Clelland) :
- Kebutuhan berprestasi; Kebutuhan kekuasaan; Kebutuhan afiliasi
¨ Teori Evaluasi Kognitif :
- Memberikan imbalan ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya secara intrinsik telah diberi imbalan cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan (adanya imbalan ganda maka imbalan yang kedua kurang ada artinya).
¨ Teori Penentuan Tujuan (Gene Broadwater) :
- Tujuan pekerjaan yang khusus dan sulit akan mengantar ke kinerja yang lebih tinggi.
¨ Teori Penguatan :
- Perilaku merupakan fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya.
- Penguatan adalah yang mengkondisikan perilaku, jadi apabila suatu tindakan diberi respons maka tindakan itu cenderung diulang.
¨ Teori Keadilan (Jane Pearson) :
- Setiap individu selalu membandingkan masukan dan keluaran pekerjaajn mereka dengan orang lain (baik di dalam maupun di luar organisasinya) kemudian berespon untuk menghapuskan ketidakadilan yang terjadi di tempat kerjanya.
¨ Teori Harapan (Victor Vrooms) :
- Kuatnya kecenderungan untuk bertindak bergantung kepada harapan bahwa tindakan itu akan menghasilkan keluaran tertentu dan daya tarik keluaran tadi terhadap seorang individu.
- Tiga hubungan yang mempengaruhi :
+ Upaya – kinerja
+ Kinerja – imbalan
+ Imbalan – tujuan pribadi
5. Motivasi dalam pekerjaan :
- Imbalan yang memuaskan dan sesuai tingkat kebutuhan karyawan
- Perlu diberi insentif/pujian/penghargaan bagi karyawan yang berprestasi lebih dari pada yang lain.
- Tidak perlu imbalan ganda untuk satu jenis pekerjaan yang sama
- Diberikan pemahaman tentang pentingnya arti pekerjaannya.
- Karyawan tipe X diberi perlakuan berbeda dengan karyawan tipe Y
- Penempatan sesuai kemampuan, sesuai kepribadian dan minatnya.
- Harus ada kejelasan karier bagi karyawan.
- Pemberian pekerjaan bertahap, dari yang sederhana ke yang lebih sulit.
- Catatan pekerjaan yang pernah dilakukan digunakan sebagai dasar promosi.
- Pemberian pekerjaan/penugasan harus memperhatikan kondisi kejiwaan seseorang saat ditugaskan.
Disarikan dari beberapa sumber oleh :
DR. Sulipan,M.Pd.- TEDC Bandung
Email : sulipans@yahoo.com
AWARD DARI SEORANG TEMAN
Award dari seorang teman..
awalnya aku juga kaget, koq bisa.. Ternyata award sudah begitu mewabah di dunia blogger, kali ini saya mendapat award dari seorang blog teman Gustihana.. http://gustihana.blogspot.com/
yach begitulah sebuah award dan ini yg pertama kali aku dapatkan award...
Makasih FRIEND...
Jumat, 26 Juni 2009
BAGAIMANA CARA ORGANISASI BERTAHAN HIDUP ?
Pada era gobal ini organisasi kian dianggap remeh oleh sebagian orang, padahal dalam kehidupan di dunia ini kita akan menghadapi kehidupan organisasi itu. Dan untuk itu di perlukan beberapa hal, agar organisasi itu tetap bertahan.
Bagaimana Cara Organisasi Bertahan Hidup ?
Suatu organisasi dapat bertahan hidup jika ia (organisasi) itu adaptif. Apa itu adaptif? Kata adaptif lazim disebut sebagai adaptasi (penyesuaian). Penyesuaian yang dimaksud adalah penyesuaian terhadap situasi dan kondisi yang terjadi pada saat ini.
Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) semakin pesat. Setiap manusia dituntut untuk selalu belajar, agar tidak ketinggalan, termasuk organisasi. Maka itu, diperlukan “adaptif” ini untuk menyesuaikan diri (organisasi) dengan proporsi belajar yang dibutuhkan. Artinya, semakin maju Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka porsi untuk terus belajar dan menuntut ilmu semakin besar.
Dalam organisasi belajar, semua orang (baik dari level bawah sampai level atas) wajib untuk belajar. Organisasi belajar telah menyediakan manajer/karyawan yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pembelajaran tersebut.
Kapan sich mereka belajar?
Mereka belajar dengan setia setiap saat. Di manapun mereka bisa belajar! Nggak musti di ruang kelas, hall atau ruang-ruang formal lainnya. Motivasi juga terasa lebih asyik dan bersemangat lho!, karena motivasi mereka itu bersumber dan tergerak dari dalam diri sendiri. Semua ini dipersiapkan untuk masa mendatang!
ORGANISASI BELAJAR JUGA PUNYA GAYA BELAJAR !!!
Ada eksplorasi
Ada akuisisi kompetensi
Belajar dari pengalaman orang lain
Ada benchmarking
Ada eksperimentasi
Belajar dari pengalaman sendiri
perbaikan terus-menerus
READ MORE - BAGAIMANA CARA ORGANISASI BERTAHAN HIDUP ?
Bagaimana Cara Organisasi Bertahan Hidup ?
Suatu organisasi dapat bertahan hidup jika ia (organisasi) itu adaptif. Apa itu adaptif? Kata adaptif lazim disebut sebagai adaptasi (penyesuaian). Penyesuaian yang dimaksud adalah penyesuaian terhadap situasi dan kondisi yang terjadi pada saat ini.
Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) semakin pesat. Setiap manusia dituntut untuk selalu belajar, agar tidak ketinggalan, termasuk organisasi. Maka itu, diperlukan “adaptif” ini untuk menyesuaikan diri (organisasi) dengan proporsi belajar yang dibutuhkan. Artinya, semakin maju Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka porsi untuk terus belajar dan menuntut ilmu semakin besar.
Dalam organisasi belajar, semua orang (baik dari level bawah sampai level atas) wajib untuk belajar. Organisasi belajar telah menyediakan manajer/karyawan yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pembelajaran tersebut.
Kapan sich mereka belajar?
Mereka belajar dengan setia setiap saat. Di manapun mereka bisa belajar! Nggak musti di ruang kelas, hall atau ruang-ruang formal lainnya. Motivasi juga terasa lebih asyik dan bersemangat lho!, karena motivasi mereka itu bersumber dan tergerak dari dalam diri sendiri. Semua ini dipersiapkan untuk masa mendatang!
ORGANISASI BELAJAR JUGA PUNYA GAYA BELAJAR !!!
Ada eksplorasi
Ada akuisisi kompetensi
Belajar dari pengalaman orang lain
Ada benchmarking
Ada eksperimentasi
Belajar dari pengalaman sendiri
perbaikan terus-menerus
Sabtu, 06 Juni 2009
Pentingnya Road_Map pada Organisasi
Suatu organisasi membutuhkan panduan agar perjalanannya terarah. Seperti halnya suatu peta dalam satu perjalanan. Peta yang baik akan menuntun organisasi untuk mencapai tujuan tepat waktu secara efisien dan efektif. Peta tersebut harus memberikan fleksibilitas sehingga melukiskan “banyak jalan untuk menuju roma”.
Langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat suatu peta yang mampu mendukung suatu perjalanan yang efisien dan efektif.
1.Kenali tujuan yang akan dituju.
2.Identifikasi atau tentukan titik awal perjalanan (starting point).
3.Ukur jarak antara titik awal dengan tujuan
4.Tentukan kapasitas yang akan dipakai untuk perjalanan
5.Tentukan waktu perjalanan
6.Buat milestone yang harus dicapai dalam waktu tertentu
7.Tentukan strategi untuk sampai ke tujuan
8.Komunikasikan strategi yang diambil kepada semua pihak yang berkepentingan
Dengan melaksanakan langkah-langkah di atas muncul manfaat-manfaat yang diperoleh organisasi. Manfaat yang diperoleh dengan adanya road-map antara lain:
1.Perjalanan lebih terarah.
2.Strategi jelas. Apabila strategi tumpang tindih dengan strategi lainnya, overlapping akan diketahui karena perjalanan akan kembali pada milestone tertentu (strategi tidak dilakukan dalam waktu bersamaan). Apabila strategi tumpang tindih dengan strategi lainnya (strategi tidak dilakukan dalam waktu bersamaan), overlapping akan lebih mudah diketahui karena perjalanan .
3.Kegiatan terpetakan. Apabila terdapat penyimpangan maka semua pihak dapat melakukan koreksi yang diperlukan atau adaptasi pada penyimpangan tersebut dan mengarahkan kembali ke jalur yang sudah ditetapkan.
4.Kondisi awal teridentifikasi secara menyeluruh. Dengan demikian, strategi yang akan diambil tidak bertentangan dengan kondisi ada.
5.Strategi yang diambil dipahami menyeluruh oleh semua pihak sehingga semua mengetahui tugas masing-masing dalam pelaksanaan strategi.
Apa yang ada di atas adalah gambaran secara umum atas analogi suatu strategi organisasi dengan strategi perjalanan. Secara umum dengan memetakan strategi yang jelas maka akan mengurangi strategi yang kontradiktif. Mengingat departemen keuangan sangat besar, baik dari segi organisasi maupun cakupan tugas fungsinya, maka pemetaan strategi sangat penting. Pemetaan akan mengingatkan masing-masing unit pelaksana akan tugas fungsinya, kejelasan wewenangnya, serta inventarisasi tugas-tugas yang belum dilakukan. Selain itu, departemen keuangan akan lebih mengetahui permasalahan yang ada serta strategi yang perlu dilakukan.
Penilaian atas ketidaksesuaian strategi yang diambil dengan tujuan dan kondisi yang ada akan membantu departemen berkembang. Departemen dapat lebih mengetahui kekuatan dan kelemahannya sehingga pengembangan organisasinya pun lebih terarah. Apa yang diperlukan dan yang tidak diperlukan oleh departemen akan lebih jelas dan batas-batas atas hal itu akan menyebabkan pengambilan kebijakan yang jelas (clear cut).
READ MORE - Pentingnya Road_Map pada Organisasi
Langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat suatu peta yang mampu mendukung suatu perjalanan yang efisien dan efektif.
1.Kenali tujuan yang akan dituju.
2.Identifikasi atau tentukan titik awal perjalanan (starting point).
3.Ukur jarak antara titik awal dengan tujuan
4.Tentukan kapasitas yang akan dipakai untuk perjalanan
5.Tentukan waktu perjalanan
6.Buat milestone yang harus dicapai dalam waktu tertentu
7.Tentukan strategi untuk sampai ke tujuan
8.Komunikasikan strategi yang diambil kepada semua pihak yang berkepentingan
Dengan melaksanakan langkah-langkah di atas muncul manfaat-manfaat yang diperoleh organisasi. Manfaat yang diperoleh dengan adanya road-map antara lain:
1.Perjalanan lebih terarah.
2.Strategi jelas. Apabila strategi tumpang tindih dengan strategi lainnya, overlapping akan diketahui karena perjalanan akan kembali pada milestone tertentu (strategi tidak dilakukan dalam waktu bersamaan). Apabila strategi tumpang tindih dengan strategi lainnya (strategi tidak dilakukan dalam waktu bersamaan), overlapping akan lebih mudah diketahui karena perjalanan .
3.Kegiatan terpetakan. Apabila terdapat penyimpangan maka semua pihak dapat melakukan koreksi yang diperlukan atau adaptasi pada penyimpangan tersebut dan mengarahkan kembali ke jalur yang sudah ditetapkan.
4.Kondisi awal teridentifikasi secara menyeluruh. Dengan demikian, strategi yang akan diambil tidak bertentangan dengan kondisi ada.
5.Strategi yang diambil dipahami menyeluruh oleh semua pihak sehingga semua mengetahui tugas masing-masing dalam pelaksanaan strategi.
Apa yang ada di atas adalah gambaran secara umum atas analogi suatu strategi organisasi dengan strategi perjalanan. Secara umum dengan memetakan strategi yang jelas maka akan mengurangi strategi yang kontradiktif. Mengingat departemen keuangan sangat besar, baik dari segi organisasi maupun cakupan tugas fungsinya, maka pemetaan strategi sangat penting. Pemetaan akan mengingatkan masing-masing unit pelaksana akan tugas fungsinya, kejelasan wewenangnya, serta inventarisasi tugas-tugas yang belum dilakukan. Selain itu, departemen keuangan akan lebih mengetahui permasalahan yang ada serta strategi yang perlu dilakukan.
Penilaian atas ketidaksesuaian strategi yang diambil dengan tujuan dan kondisi yang ada akan membantu departemen berkembang. Departemen dapat lebih mengetahui kekuatan dan kelemahannya sehingga pengembangan organisasinya pun lebih terarah. Apa yang diperlukan dan yang tidak diperlukan oleh departemen akan lebih jelas dan batas-batas atas hal itu akan menyebabkan pengambilan kebijakan yang jelas (clear cut).
Langganan:
Postingan (Atom)





